Wednesday, February 13, 2008

kadang

kadang aku merasa mengenal dia tapi kadang aku merasa tak mengenal dia
kadang aku merasa akrab dengan dia tapi kadang aku merasa asing dengan dia
kadang aku merasa paham setiap lekuk sifat dia tapi kadang aku merasa tak paham setiap lekuk sifat dia
kadang aku merasa sayang pada dia tapi kadang aku merasa benci pada dia
kadang aku merasa nyata dekat dia tapi kadang aku merasa maya dekat dia
sebenarnya siapa dia? lalu ada apa dengan aku? aneh..

Sunday, February 10, 2008

... atid niy ...














Idung meler..

Pala pusing..

Badan meriang..

Brrrrrrrr..

Hikz..

Hatciiiii!!!

Friday, February 08, 2008

I M L E K


Hari ini adalah hari kamis tanggal 7 Februari 2008, tanggal berwarna merah di kalender nasional, memperingati hari raya imlek alias hari rayanya orang² keturunan tionghoa. Ornamen-ornamen warna merah pasti selalu hadir di mana-mana saat hari raya imlek tiba. Merah menurut orang cina bermakna kebahagiaaan dan lambang dari panas matahari. Ada juga warna lain seperti emas dan kuning yang membawa aura positif juga melambangkan kemakmuran. Jadi, setiap tahun baru diharapkan agar selalu ada kebahagiaan, kemakmuran dan tidak ada aura negatif. Kata-kata Gong Xi Fa Chai juga mewarnai awal tahun baru cina ini. Untuk memberi ucapan selamat siy, katanya lebih pas bila kita mengucapkan Xin Nian Kuan Le atau selamat hari raya imlek, karena arti Gong Xi Fa Chai sendiri adalah selamat menjadi kaya. Wah,kalau bisa jadi kaya beneran siy aku juga mau diberi selamat seperti itu. Hehehe. Ada juga bermacam panganan dan buah, yang terkenal sepengetahuanku roti keranjang dan jeruk mandarin yang masih bertangkai dan berdaun. Kalau roti keranjang, biasanya enak kalau diiris sedang dan dilumuri telur lalu digoreng, terakhir dimakan pas selagi hangat. Dan satu lagi, sesuatu yang khas di perayaan ini, amplop merah berisikan uang, angpao! Huhuhu, belon pernah dapet gw! Sapa juga mo ngasih yakz? :D Tapi yang terpenting adalah berkumpul bersama keluarga dalam kehangatan, itu makna yang utama dari imlek. Ya sutralah, Met Hari Raya Imlek buat yang merayakan yakz? Xin Nian Kuan Le!



* reference : kompasdotcom

Thursday, February 07, 2008

Sakit Peyuuuut


Kemaren sakit kepala, sekarang sakit peruut. Duuuh, ini dari semalem kok rasanya mual di ulu hati plus ada angin yang riwa riwi sambil berbunyi krucuk krucuk di dalam ususku. Alhasil aku pun tidak bisa menikmati pulau kapukku dengan nyaman, yang ada cuma miring kanan-miring kiri-nungging-telentang-tengkurap. Hayaah iki ngofo tow? Minyak kayu putih sudah kugosok kepala bendera merah putih tandanya menang! Lho, edun maning! Subuh jam 4 aku pun tidak kuat lagi menahan, ku bangunkan baby-ku untuk menemani ke belakang. Berbagai macam bunyi-bunyian riuh gemuruh menyertai kepergian sebagian angin di perutku ini. Lumayan bikin lututku agak kemeng nongkrong di restroom di pagi sebegini dinginnya. Fiuuuh! Sedikit lega sepertinya. Kulanjutkan tidurku hingga jam menunjukkan pukul enam. Hmm, sepertinya aku bertemu seseorang dalam mimpiku subuh tadi. Dia datang tiba-tiba, lalu memelukku erat untuk sesaat. Tapi kemudian pergi, manjaku untuk menghalanginya agar tidak pergi tak bisa menahannya. Tetap saja dia pergi, seperti biasa, seperti dulu, ketika kadang aku masih ingin merindunya dan masih ingin disisinya. Ah, hanya mimpi! Bunga tidur kata orang. Aku bergegas menyiapkan diri berangkat kerja, sebelum omelan Bapakku menggelitik telinga. Ternyata sesampai di tempat kerja, angin di perutku masih saja riwa-riwi berputar-putar meski tidak seberapa sering lagi. Mudah-mudahan obat yang kubeli di mbak ati depan simpul bisa meredam paling tidak hingga sore nanti. Bisa gawat darurat kalau pas user rame, aku malah sibuk ke belakang. Weeh! Tau-tau ada yang lari bisa nombok! Capee deegh!

Saturday, February 02, 2008

I Have a HeadachE

Beberapa hari ini kepalaku sering terasa sakit, terutama di bagian belakang atas tengkuk. Seperti kemarin malam sepulang aku kerja, rasanya sakit di kepalaku tidak tertahan lagi sampai² hendak membuka kelopak mata saja sudah tidak sanggup. Sepertinya ada sesuatu di dalam tengkorak kepalaku yang hendak meledak bak bom waktu di film² kartun yang tinggal menunggu detik² terakhir. Aku hanya bisa berbaring terpejam di atas tempat tidur di pojok kamar sambil memegangi kepalaku, memukul²nya dengan kepalan tangan, berharap bisa mengurangi sedikit sakit yang menggigit di dalam otakku. Tidak berhasil ternyata! Hanya membuatku dihujani omelan² sayang ibuku sebelum tangan tuanya merefleksi sekujur tubuhku. Tak terasa aku tertidur pulas, tepukan kecil di pipi membangunkanku untuk meminum Sar*d*n, hmmm.. sudah tidak terlalu berat untuk membiarkan mataku terbuka. Sedikit lebih ringan dan tidak berdenyut² lagi, kusangka jantungku sudah nomaden berpindah ke dalam kepalaku.Tapi itu kemarin, lalu sekarang? Kenapa rasanya saat ini aku merasakan yang sama lagi? Arrrgh! Ingin kubelah kepalaku ini, lalu kulihat di dalam sana ada apa gerangan? Aku benar² pusing, kepalaku sakit, I have a headache again.. hikz..